Sabtu, 21 Mei 2016

Lexicology Lexicology is the part of linguistics which studies words. This may include their nature and function as symbols, their meaning ,the relationship of their meaning to epistemology in general,and the rules of their composition from smaller elements .Lexiocology also involves relation between words.
SEMANTIc SEMANTICS : STUDY OF MEANING AND REFERENCE Menurut Palmer (1976:1) : Semantics is the technical terms used to refer to the study of meaning, and since meaning is a part of language, semantics is a part of linguistics. (Istilah yang digunakan yang mengacu pada ilmu bidang makna, dan karena makna adalah bagian dari bahasa, maka semantics adalah cabang dari ilmu linguistics. Linguistics semantics merupakan studi tentang makna yang digunakan untuk memahami ekspresi manusia melalui bahasa. Semantics adalah sub-bidang yang dikhususkan untuk mempelajari makna, seperti kata, frasa, kalimat dan unit yang lebih besar dari teks tersebut. Semantics ini biasanya berhubungan dengan 2 aspek lain, yaitu syntax (pembentukan simbol kompleks dari simbol yang lebih sederhana), Pragmatis (penggunaan praktis simbol oleh rakyat dalam konteks tertentu). Secara umum, semantics merupakan study dari arti atau makna dan anggapan yang terkait dalam bahasa. Secara logika atau nalar, semantics sebagai reference atau petunjuk linguistics dan kondisi sebenarnya dalam bahasa. Deskripsi semantics dalam hakikat kebahasaan harus mencatat fakta dari suatu makna, lingusitics reference, dan pada keadaan yang sebenarnya. Bahasa sering didefinisikan sebagai sistem konvensional dalam berkomunikasi, yaitu sistem untuk menyampaikan pesan. Komunikasi akan tercapai jika hanya pesan yang disampaikan tersebut memiliki arti. sangatlah penting untuk mengetahui artinya dan itu mengandung semantics. Jadi, semantics itu adalah cabang linguistics yang meneliti arti dan makna. JENIS-JENIS SEMANTICS 1. Semantics Behavioris Merupakan makna ditentukan oleh situasi yang ditentukan oleh lingkungan. Maka hanya dapat dipahami apabila ada data yang dapat diamati didalam lingkungan pengalaman manusia. Contohnya : seorang ibu yang menyuapkan makanan pada sibayi. 2. Semantics Descriptive kajian semantics yang khusu memperlihatkan makna yang sekarang berlaku. Jadi semantics decriptive hanya memperhatikan makna sekarang. Contohnya adalah kata juara yaitu orang yang mendapat peringkat teratas tanpa memperhatikan makna sebelumnya. 3. Semantics Generatif Tata bahasa terdiri dari sturktur dalam yang berisi tidak lain dari struktur dalam yang berisi tidak lain dari struktur semantics dan struktur luar yang merupakan perwujudan ujaran kedua struktur ini dihubungkan dengan suatu proses yang disebut transformasi. 4. Semantics Grammatical Mengkaji makna yang terdapat dalam satuan kalimat. 5. Semantics Lexical Yang lebih memuasakan pada sistem makna yang terdapat dalam kata. Kamus merupakan sebuah contoh yang tepat untuk semantics lexical karena makna setiap kata diuraikan disitu. Jadi semantics lexical ini memperhatikan makna yang terdapat didalam kalimat kata sebagai satuan mandiri. 6. Semantics historis sistem makna dalam rangkaian waktu, bukan perubahan pembentukan kata. Semantics ini membandingkan kata-kata berdasarkan periode atau antara kata pada masa tertentu dengan kata pada bahasa yang lain. 7. Semantics logika Yang berkaitan dengan konsep-konsep dan notasi simbolik dalam analisis bahasa. Semantic logika mengkaji sistem makna yang dilihat dari logika seperti matematika yang mengacu kepada kata pengkajian makna atau penafsiran ajaran. 8. Semantics Structural Sebuah hubungan struktur yang terdiri dari unsur berupa phonems, morphonems, words, phrase’s, clause’s, sentences, dan wacana yang membagianya menjadi kakjian phonology, morphology, syntax, dan text. CIRI-CIRI SEMANTICS ‘’Kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan objek yang diacu oleh tanda tersebut.’’ Semantics adalah kajian mengenai ‘’makna’’. CONTOH SEMANTICS. - A little boy comes in the front of the door. Mother : Wipe your feet, please The boy removes his muddy shoes and shocks and carefully wipes his clean feet on the doormat. Sepertinya tidak ada yang salah dengan pengetahuan kosa kata dan grammar dari contoh diatas. Ketika ibu si anak meminta untuk menyeka kakinya, anak tersebut langsung membuka sepatunya yang terkena lumpur dan menyeka kakinya yang bersih di keset. - The Queen and her butler are in the draing room. The window is open. The Quen says : ‘’its cold in here’’. Semanticsnya ialah : the temperature in this place is frigid. Pragmatics : james, shut the windows. Nah jadi, secara garis besar, semantics berkonsentrasi pada makna yang muncul dari pemahaman murni linguistics. Bedanya dengan pragmatics yaitu kalau pragmatics fokus pada aspek-aspek makna yang tidak bisa diprediksi secara langsung, tapi juga melibatkan pengetahuan diluar teks itu sendiri, yaitu pengetahuan physical and social world atau lebih dikenal dengan contextual knowledge yang bersifat situated and located. Nah guys itu saja pembahasan semanticsnya, masih banyak sekali yang kurang tapi semoga bermanfaat yaaa. terimakasih

Selasa, 05 April 2016


MORPHOLOGY
Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik.Dalam ilmu morfologi, terdapat morfem yaitu bagian terkecil dari sebuah kata. [1]
Pembagiannya seperti ini :
1. Sebuah wacana dapat dipecah menjadi kalimat
2. Kalimat dapat dipecah menjadi bagian makna terkecil, yaitu kata
3. Kata dapat terdiri atas beberapa morfem, contohnya menanamkan = me-tanam-kan, bisa juga hanya terdiri atas satu morfem, misalnya rumah, kursi, selamat, eksekusi.
Kata Morfologi berasal dari kata morphologie. Kata morphologie berasal dari bahasa Yunani morphe yang digabungkan dengan logos. Morphe berarti bentuk dan logos berarti ilmu. Bunyi [o] yang terdapat diantara morphe dan logos ialah bunyi yang biasa muncul diantara dua kata yang digabungkan. Jadi, berdasarkan makna unsur-unsur pembentukannya itu, kata morfologi berarti ilmu tentang bentuk
Morfologi juga mempelajari arti yang timbul sebagai akibat peristiwa gramatik, yang biasa disebut arti gramatikal atau makna. Satuan yang paling kecil dipelajari oleh morfologi adalah morfem, sedangkan yang paling besar berupa kata. morfologi hanya Mempelajari peristiwa-peristiwa yang umum, peristiwa yang berturut-turut terjadi, yang bisa dikatakan merupakan sistem dalam bahasa.
Perubahan-perubahan  bentuk kata menyebabkan adanya perubahan golongan dan arti kata. Golongan kata sedih tidak sama dengan golongan kata bersedih. Kata sedih termasuk golongan kata adjektiva, sedangkan kata bersedih termasuk verba deadjektiva. Di segi arti, kata-kata senang, bersenang, dan senang-senang semuanya mempunyai arti yang berbeda-beda. Demikian pula dengan kata sedih dan gembira.

Selasa, 29 Maret 2016


PHONOLOGY
PHONOLOGY Menurut definisinya phonology merupakan ilmu tentang suatu sistem dalam sebuah bahasa. Ilmu ini adalah salah satu dari cabang linguistik yang berhubungan dengan cara mengucapkan suatu bahasa. Phonology juga membahas sejarah sebuah bahasa. Bagaimana bahasa tersebut bisa muncul dan menghilang. Dalam mengkaji sebuah bahasa pastinya Anda akan berhadapan dengan ilmu yang satu ini karena ilmu phonology mengkaji mekanisme suatu bahasa secara jelas.
Phonologists lebih mengacu pada pola suara dalam beberapa bahasa, pada apa yang pembicara dan pendengar harus ketahui, apa yang anak-anak butuhkan untuk belajar, dan ilmu ini dekat dengan psikologi.
 Hubungan antara phonetics dan phonology adalah sesuatu yang komplek. seperti halnya saat bayi pada fase babbling, memproduksi sebuah suara, termasuk beberapa yang mereka pernah dengar dari orang tuanya.
Phonetics : a,I,u,e,o
Sedangkan di phonology : ba(ba- ba),ma(ma- ma),pa(pa-pa),da(da-da),sa(sa-sa),..dll


PHONETIC
Phonetic adalah ilmu yang membahas bagaimana suatu suara bisa terbentuk menggunakan beberapa bagian tubuh yaitu bibir, gigi, lidah, faring dan paru-paru. Ilmu ini hanya membahas mengenai hubungan antar bagian tubuh yang menghasilkan suara. Untuk pembentukan sebuah bahasa, produksi hingga persepsi suara akan dipelajari di ilmu yang satu ini.
 Di dalam mempelajari ilmu phonetic, Anda akan mengenal 3 jenis phonetic di antaranya articulatory phonetic yaitu ilmu yang mempelajari jalannya suara terbentuk, auditory phonetic yaitu ilmu yang mempelajari suatu bahasa diterima oleh pendengar dan acoustic phonetic.
- Acoustic: The study of the physical property of the sounds themselves.
- Auditory: The study of the way listeners perceive these sounds.
- Articulatory: The study of how the vocal tract produces the sounds of language.

There Two Voice Basically Are Known In English ,Vowel And Consonant. In order to be able to produce them, the language learner first of all must know the organs of speech. Look at the following picture
 

Vowel