Selasa, 05 April 2016


MORPHOLOGY
Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik.Dalam ilmu morfologi, terdapat morfem yaitu bagian terkecil dari sebuah kata. [1]
Pembagiannya seperti ini :
1. Sebuah wacana dapat dipecah menjadi kalimat
2. Kalimat dapat dipecah menjadi bagian makna terkecil, yaitu kata
3. Kata dapat terdiri atas beberapa morfem, contohnya menanamkan = me-tanam-kan, bisa juga hanya terdiri atas satu morfem, misalnya rumah, kursi, selamat, eksekusi.
Kata Morfologi berasal dari kata morphologie. Kata morphologie berasal dari bahasa Yunani morphe yang digabungkan dengan logos. Morphe berarti bentuk dan logos berarti ilmu. Bunyi [o] yang terdapat diantara morphe dan logos ialah bunyi yang biasa muncul diantara dua kata yang digabungkan. Jadi, berdasarkan makna unsur-unsur pembentukannya itu, kata morfologi berarti ilmu tentang bentuk
Morfologi juga mempelajari arti yang timbul sebagai akibat peristiwa gramatik, yang biasa disebut arti gramatikal atau makna. Satuan yang paling kecil dipelajari oleh morfologi adalah morfem, sedangkan yang paling besar berupa kata. morfologi hanya Mempelajari peristiwa-peristiwa yang umum, peristiwa yang berturut-turut terjadi, yang bisa dikatakan merupakan sistem dalam bahasa.
Perubahan-perubahan  bentuk kata menyebabkan adanya perubahan golongan dan arti kata. Golongan kata sedih tidak sama dengan golongan kata bersedih. Kata sedih termasuk golongan kata adjektiva, sedangkan kata bersedih termasuk verba deadjektiva. Di segi arti, kata-kata senang, bersenang, dan senang-senang semuanya mempunyai arti yang berbeda-beda. Demikian pula dengan kata sedih dan gembira.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar