MORPHOLOGY
Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh
perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan
kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata
serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun
fungsi semantik.Dalam ilmu morfologi, terdapat morfem yaitu bagian terkecil dari
sebuah kata. [1]
Pembagiannya seperti
ini :
1. Sebuah wacana dapat
dipecah menjadi kalimat
2. Kalimat dapat dipecah
menjadi bagian makna terkecil, yaitu kata
3. Kata dapat terdiri atas
beberapa morfem, contohnya menanamkan = me-tanam-kan, bisa juga hanya terdiri
atas satu morfem, misalnya rumah, kursi, selamat, eksekusi.
Kata Morfologi berasal dari kata morphologie. Kata morphologie
berasal dari bahasa Yunani morphe yang digabungkan dengan logos. Morphe berarti
bentuk dan logos berarti ilmu. Bunyi [o] yang terdapat diantara morphe dan
logos ialah bunyi yang biasa muncul diantara dua kata yang digabungkan. Jadi,
berdasarkan makna unsur-unsur pembentukannya itu, kata morfologi berarti ilmu
tentang bentuk
Morfologi
juga mempelajari arti yang timbul sebagai akibat peristiwa gramatik, yang biasa
disebut arti gramatikal atau makna. Satuan yang paling kecil dipelajari oleh
morfologi adalah morfem, sedangkan yang paling besar berupa kata. morfologi
hanya Mempelajari peristiwa-peristiwa yang umum, peristiwa yang berturut-turut
terjadi, yang bisa dikatakan merupakan sistem dalam bahasa.
Perubahan-perubahan bentuk kata menyebabkan adanya perubahan
golongan dan arti kata. Golongan kata sedih tidak sama dengan golongan kata
bersedih. Kata sedih termasuk golongan kata adjektiva, sedangkan kata bersedih
termasuk verba deadjektiva. Di segi arti, kata-kata senang, bersenang, dan
senang-senang semuanya mempunyai arti yang berbeda-beda. Demikian pula dengan
kata sedih dan gembira.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar